Tata Cara Pendaftaran dan Penggantian Nama Sertifikasi Tanah


 

Tanah merupakan salah satu bentuk investasi yang memiliki nilai tinggi. Untuk itu, sudah banyak kasus sengketa yang terjadi disebabkan kepemilikan tanah. Oleh karena itu, pendaftaran tanah menjadi hal yang krusial agar perlindungan hukum pemegang hak sebidang tanah menjadi pasti. Proses pendaftaran tanah dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dibantu PPAT. Sedangkan bentuk pendaftaran tanah ada dua, yaitu pendaftaran saat pertama kali atau ‘initial registration’ dan pemeliharaan data pendaftaran tanah.

Ray White Indonesia, dengan mengutip dari lamudi.co.id, telah menghimpun langkah – langkah apa saja yang harus ditempuh ketika melakukan initial registration berikut ini.

Pertama adalah pengumpulan dan pengolahan data fisik yang didapat melalui pengukuran serta pemetaan.

Kedua, pengumpulan dan pengolahan data yuridis yang terwujud dalam Buku Tanah.

Ketiga yaitu penerbitan Surat Tanda Bukti Hak berbentuk sertifikat yang merupakan Salinan Buku Tanah.

Keempat, penyajian data fisik dan yuridis.

Kelima adalah penyimpanan daftar umum dan dokumen.

Setelah kelima langkah itu dilalui, maka rangkaian kegiatan initial registration telah selesai. Namun, jika di masa mendatang terjadi perubahan atas tanah tersebut, baik kepemilikan, pemecahan atau penggabungan tanah maka wajib mencatatkan perubahan data fisik dan yuridis kepada Kantor Pertanahan. Untuk melegalkan perubahan yuridis, tentu dibutuhkan data dan tahapan prosedur. Terdapat 2 jalur yang dapat Anda pilih untuk pencatatan perubahan data yuridis, yaitu mengurus sendiri ke Kantor Pertanahan atau meminta bantuan PPAT.

A. Minta Bantuan PPAT; maka Anda harus menyerahkan berkas permohonan balik nama yang ditandatangani pembeli, akta jual – beli dari PPAT, sertifikat tanah asli, KTP pembeli dan penjual, bukti pelunasan Surat Setor Pajak Pajak Penghasilan (SSP PPh), dan bukti pelunasan Surat Setoran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (SSBBPHTB).

B. Mengurus sendiri; data yang diperlukan sama seperti jika Anda meminta bantuan PPAT ditambah surat pengantar dari PPAT, Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB), izin peralihan hak (untuk rumah susun dan tanah Negara), dan surat penyataan calon penerima hak.

Setelah berkas terkumpul, langkah yang dilakukan untuk mengganti nama sertifikat tanah adalah:

  1. Bawa berkas ke Kantor Pertanahan, setelah itu mereka akan mengeluarkan bukti penerimaan permohonan balik nama .
  2. Kantor Pertanahan akan mencoret nama pemegang hak yang lama dengan tinta hitam lalu mengubahnya dengan pemegang hak baru di buku tanah dan sertifikat.
  3. Kepala Kantor Pertanahan atau Pejabat yang ditunjuk akan membubuhkan paraf serta tanggal pencatatan perubahan. Ketiga langkah ini selesai dalam 14 hari setelah pengajuan.

Jangan remehkan proses balik nama sertifikat tanah, mengingat tanah menjadi salah satu investasi paling menjanjikan, begitu pula dengan rumah. Jika Anda ingin berinvestasi pada tanah atau rumah, pastikan sang penjual kooperatif untuk melengkapi data untuk balik nama supaya Anda tidak rugi di kemudian hari. Bagi Anda yang berniat membeli rumah, datanglah ke BTN Properti Expo pada tanggal 15 – 23 Agustus 2015 di Hall A & B Jakarta Convention Center. Terdapat 17 kemudahan yang ditawarkan jika Anda membeli rumah di sini dan yang pasti developer siap membantu Anda untuk mengurus land title transfer hingga selesai. 500 proyek properti dari 208 pengembang turut serta dalam acara ini.

Dikutip dan diedit dari laman lamudi.co.id

photo credti: www.carbonvestments.com

Sahid Sudirman Center 43E floor Jl. Jend. Sudirman No.86, Jakarta Pusat, DKI Jakarta Indonesia 10220

Phone: (62-21) 2788 9777,
Fax: (62-21) 2788 9495
Email : corporate@raywhite.co.id

Error
Whoops, looks like something went wrong.