logo-raywhite-offcanvas

24 Feb 2023

Bali Principals Meeting & Marketing Symposium 2023

Bali Principals Meeting & Marketing Symposium 2023

Bali, 23 Februari 2023 – Mengawali tahun 2023, Ray White membekali para Marketing Executives, Leaders, dan Principals dengan mengadakan Principals Meeting dan Marketing Symposium pada tanggal 23 Februari 2023 di Bali. Tahun 2023 adalah tahun dimana Ray White akan merayakan 26 tahun kehadirannya di Indonesia dan 121 tahun di Australasia dengan mengangkat tema: Proudly Ray White: Bigger, Stronger, Together. Kegiatan yang diadakan pada awal tahun ini akan menjadi booster semangat para Marketing Executives dalam bersiap menghadapi pasar properti yang diprediksi akan semakin membaik.

Dihadiri oleh seluruh Principals dan Marketing Executives dari seluruh Bali dan beberapa dari area Jawa Timur, Principals Meeting dan Marketing Symposium ini pun bertujuan untuk menyatukan visi dan berbagi strategi serta saling belajar dan melihat bagaimana perkembangan pasar saat ini. Pada training yang diadakan selama satu hari dan dibagi menjadi dua sesi ini, Marketing Executives terus diasah melalui topik-topik presentasi dan diskusi.

Pembukaan acara dimulai dengan informasi highlight berbagai acara yang telah diadakan di tahun 2022, seperti Annual Awards 2022, Biannual Awards untuk Regional dan Nasional, Principals Conference, dan seremoni pembukaan kantor Ray White yang baru seperti Ray White Graha Pondok Indah, dan Ray White TPI Wiyung.

Meskipun tahun 2023 diprediksi akan terjadi resesi global, Indonesia dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan yang baik dibandingkan negara lain, Bahkan Bank Dunia mengatakan bahwa Indonesia masih bisa tumbuh 4 sekian persen pada tahun 2023. Sektor properti yang mencakup perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, masuk lima besar penyumbang realisasi investasi di Indonesia selama tahun 2022, dimana realisasi investasi di Indonesia sepanjang tahun 2022 mencapai Rp 1.207 triliun

Percepatan pemulihan ekonomi nasional endemi Covid-19 mulai dapat dilihat dan dirasakan masyarakat. Khususnya pariwisata Bali yang mulai pulih, wisatawan yang meningkat drastis, menjadi barometer perekonomian Bali perlahan bangkit. Ditambah dengan suksesnya event G20 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, dengan bermacam rangkaian acara pendukungnya, membuat pariwisata Bali semakin menggeliat. Bahkan beberapa pakar perekonomian dan pariwisata menyebutkan bahwa efek dari G20 pada pariwisata Bali akan melonjak justru di tahun 2023.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kebangkitan perekonomian yang dimulai dari pariwisata akan berdampak ke sejumlah sektor lainnya. Termasuk sektor properti. Dua tahun “mati suri” akibat hantaman pandemi Covid-19, sektor properti di Bali saat ini justru mengalami masa pantulan. Berbagai proyek mulai berjalan, bahkan tingkat okupansi yang tinggi saat ini membuat banyak pebisnis dan investor beramai-ramai kembali “berburu” properti di Bali.

Pada masa pandemi, Ray White justru berhasil melakukan penjualan yang mungkin beberapa diantara kita berpikir impossible untuk dilakukan. Bukan rumah, akan tetapi hotel yang berhasil terjual di masa pandemi. Dan bukan hanya satu atau dua unit hotel, tetapi Ray White menjual 6 hotel sekaligus di tahun 2022. 3 hotel di Bali dan 3 hotel di Jakarta. 

“Untuk rumah komersil di 2023, kami jauh lebih optimis, karena laporan dari perbankan di 2022 secara akumulasi khusus pembiayaan KPR tumbuh sudah 18 persen dari tahun sebelumnya”. Tutur Johann Boyke Nurtanio, Country Director of Ray White Indonesia.

Beberapa sektor lain yang mendukung pertumbuhan properti antara lain, Pemerintah mengeluarkan kebijakan pelonggaran rasio loan to value (LTV)/financing to value (FTV) untuk kredit/pembiayaan properti menjadi 100%. KPR juga diprediksikan akan tumbuh sebesar 10-12 persen. Hal ini didukung dengan besarnya kebutuhan akan hunian sebesar 12,71 backlog perumahan. Sekitar 47 persen dari total backlog perumahan tersebut merupakan generasi milenial yang sangat potensial untuk mendapatkan KPR. Ditambah lagi dengan 700 sampai dengan 800 potensi keluarga baru yang timbul setiap tahunnya.   

Kesempatan ini tentu tidak dapat dilewatkan begitu saja. Sebagai leading agent terdepan, Ray White harus mampu mengoptimalkan setiap kesempatan yang ada, dan beradaptasi.

“Bisnis terbaik change/berubah dan beradaptasi sebelum mereka menyadarinya. Maka dari itu, untuk terus berkembang dan menyesuaikan dengan keadaan, di setiap tahunnya Ray White selalu berusaha menawarkan solusi dari setiap challenges yang kita hadapi. Tahun lalu Ray White meluncurkan Be Seen yang merupakan program advertising yang dapat membantu marketing executive terbaik kita melihat target pasar, menjadwalkan iklan, dan memposting iklan di platform yang telah ditentukan sesuai dengan target pasar yang kita inginkan secara optimal”. Tutur Johann Boyke Nurtanio.

Menutup acara, ada presentasi tentang topik praktis menjadi seorang marketing yang efektif dalam penjualan dan terus konsisten hingga akhirnya mendapatkan hasil yang diharapkan. Pada tahun 2022 yang lalu terdapat pertumbuhan yang cukup signifikan pada sektor properti, hal ini akan diharapkan terus konsisten dan bertumbuh di tahun 2023.

Tahun 2022 memberikan begitu banyak kenangan serta harapan baru bagi Ray White. Di tahun 2022, Ray White berhasil memenangkan Top Brand Awards selama sepuluh kali secara berturut-turut, yang diikuti berbagai penghargaan bergengsi lainnya. Mengawali tahun 2023, Ray White berhasil meraih penghargaan  “Top 20 Franchisee Satisfaction Award” kategori Broker Properti yang dinilai berdasarkan 4 aspek yaitu business profile, business performance, franchisee serta customer. Selain itu kita juga berhasil meraih penghargaan “Top Digital Public Relations Award 2023”, kategori Agen Properti berdasarkan 3 aspek yaitu digital media, social engagement, dan digital mention. Tentunya hal ini merupakan suatu permulaan yang baik untuk kita semua, namun saya harap pencapaian ini tidak membuat kita kemudian berpuas diri.

 ***

Tentang Ray White (Indonesia)

Ray White adalah  agen properti terbesar di Indonesia yang telah hadir sejak 1997. Ray White memasuki pasar properti di Indonesia dan memulai bisnis ini dengan menyediakan pelayanan melalui enam kantor franchise di Jakarta. Hingga saat ini, Ray White telah memiliki lebih dari 175 kantor cabang dari 25 kota besar Indonesia dan 5,000 Marketing Executive yang tersebar di 25 kota besar dan 17 provinsi di Indonesia.

www.raywhite.co.id

Tentang Loan Market (Indonesia)

Loan Market merupakan bagian dari Grup Bisnis Keluarga White dan telah didirikan sejak tahun 1995 oleh Sam White. Hingga saat ini, Loan Market Australia melayani hampir seluruh masyarakat Australia dengan 650 broker pinjaman di Australia dan New Zealand. Di Indonesia, Loan Market didirikan sejak tahun 2017 dan merupakan perusahaan jasa agen keuangan pertama di Indonesia. Hingga saat ini Loan Market mempunyai lebih dari 200 Loan Advisers, 24 kantor cabang, lebih dari 37 lenders.

www.loanmarket.co.id

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:                  

Divisi Public Relations Ray White Indonesia

Up: Putri Amanda (Public Relations)

Email: putri.amanda@raywhite.co.id

Mobile: +62 812 9467 7390

Share